Sabtu siang saya telpon istri saya untuk menanyakan masih di rumah klaten atau dah balik ke Jogja , yang mengangkat adik ipar saya, dan dia memberitahu kalau sedang menunggu hasil lab di Sarjito. Saya agak bingung, karena sebelumnya dikasih tahu hasil lab Bapak saya dijanjikan hari Senin, kok istri saya masih menunggu hasil lab. Ternyata, yang ditunggu hasil lab anak saya, terkena diare akut dan dehidrasi, dan disarankan untuk opname.
Sejak hari kamis Bapak menjalani test di bagian penyakit dalam karena didiagnosa mengalami pembengkakan hati, dan setiap hari istri saya menemani Bapak test di lab. Sabtu pagi, saya minta anak saya diajak ke Sarjito biar setelah selesai bisa mengantar Bapak pulang ke klaten. Jam setengah sepuluh, pemeriksaan bapak selesai, dan hasilnya akan diberitahu Senin. Dari Sarjito, istri saya mengajak Bapak dan Ibu untuk makan di SGPC Klebengan, dan sampai di rumah klaten jam 11-an.
Saya tidak tahu apa yang terjadi di rumah klaten sampai saya telpon istri dan tahu anak saya di opname. Sabtu malam saya coba merekonstruksi yang terjadi, kira2 seperti ini:
“Sepanjang perjalanan dari Jogja ke klaten anak saya tertidur pulas, setelah sampai di klaten dia terbangun, muntah-muntah dan buang air besar, kondisi badan lemas dan mengalami dehidrasi. Istru saya panik, langsung membawa anak saya ke ugd RS Sarjito agar segera mendapat pertolongan, tanpa sempat memberitahu saya. Sekitar jam 1 mereka sampai di ugd, dan segera mendapat pertolongan, untungnya begitu sampai ugd anak saya langsung mau minum padahal sewaktu di rumah tidak mau. Setelah minum obat dan kondisi anak saya pulih, meskipun hasil test darah tidak menunjukkan sesuatu yang fatal, istri saya memutuskan untuk opname semalam untuk observasi sambil menunggu ketemu dengan dokter anak. Dan Alhamdulillah minggu pagi anak saya diperkenankan pulang, setelah berkonsultasi dengan dokternya.”
Sepanjang sabtu-minggu, saya mengira-ira apa yang menyebabkan anak saya terkena diare, hipotesa pertama mungkin anak saya kondisinya kurang fit dan terinfeksi ketika sedang bermain-main di rumah sakit. Hipotesa yang kedua mungkin disebabkan oleh makanan yang dikonsumsi oleh anak saya.
Sampai minggu pagi, kemungkinan yang pertama lebih kuat dan membuat istri saya feeling guilty. Untungnya minggu sore, istri saya bercerita tentang makanan yang dikonsumsi anak saya, dan kecurigaan beralih kepada lauk makan pagi anak saya, ikan tongkol yang dimasak sehari sebelumnya.
Dan menurut saya, kemungkinan makanan penyebabnya lebih reasonable. Seandainya itu betul, kami malah beruntung anak saya ikut ke rumah sakit dan mengantar Bapak ke klaten sehingga segera mendapat pertolongan.
Lesson learn yag bisa kami ambil dari pengalaman kemarin, kami jadi lebih aware dengan makanan yang dikonsumsi anak. Dan setelah saya buka2 lagi, diare merupakan salah satu penyakit yang banyak menyerang di pergantian musim, sampai saat ini belum ada imunisasi yang mencegahnya.
Filed under: Tarian Jemari | 3 Comments »