Harry Crab – Sari Laut Samarinda

Kebetulan tanggal 3 Juni 2008 saya berkesempatan makan malam di Harry Crab – Sari Laut Samarinda 

.. Eh ditraktir ding oleh GDA.

Saya sampai di Samarinda tanggal 3 sore, dan langsung check in di Bumi Senyiur, malamnya di ajak makan ke Sari Laut ini. Menu spesialnya kalau ndak salah kepiting asam manis, meskipun masakan laut yang lain juga ada seperti tak foto di attachment files.

Konon, pegawai-pegawai oil company berlangganan di tempat ini, bahkan ada yang booking untuk masak sendiri.

Rasanya makanannya cukup lezat, cocok di lidah jawa kayak saya. Mungkin yang jualan orang Jawa a.k.a Surabaya. Komunitas Jawa merupakan penduduk terbanyak di Samarinda.

Bagi yang mau ke Samarinda.. [siapa tahu datang ke PON], jangan lewatkan tempat makan yang satu ini.

 

 

When Love and Success Collide

When Love and Success Collide

Tanggal 1 Agustus 2007, pagi-pagi sekali Mas Luki datang keruanganku, beliau bilang, ” Mok, kumpul di ruang Atok sebentar!” Wah ada apa ini pikirku, pengumuman general increase kayak tahun lalu atau pengumuman mutasi. Sesudah kami ngumpul di ruang Atok, Mas Luki bilang, “Efektif mulai hari ini, saya sudah tidak menjadi TM area 123 lagi.” Wah ternyata Mas Luki pindah…. mas pindah, kok mendadak gitu ya?

Ayam Pop Benteng Family

Ayam Pop Benteng Family
Bukit Tinggi, 30 Juni 2007

Ayam pop

Ayam pop

Ayam pop

Gulai Itik Lado Mudo

Gulai Itik Lado Mudo
Ngarai Sianok, 1 Juli 2007

Tandas
Tak Bersisa (klick 2 enlarge)

Kenyang
Kenyang (klick 2 enlarge)

Maunge dudu Meong

Slemania

Kick Off

stadion

Afa dan aku

siiikkkkk….

dulu Al pernah ngomong sama istriku…. mbok buku2nya dibikin resume….

sikk ah….. ntar tak tulis.. suer wis….

Sate Padang Mak Syukur

Sate Padang Mak Syukur
Padang Panjang, 2006

Sate Padang Mak Syukur
Makan bareng Pak Tjia (klick 2 enlarge)

Apakah rumah sakit aman buat anak2?

Sabtu siang saya telpon istri saya untuk menanyakan masih di rumah klaten atau dah balik ke Jogja , yang mengangkat adik ipar saya, dan dia memberitahu kalau sedang menunggu hasil lab di Sarjito. Saya agak bingung, karena sebelumnya dikasih tahu hasil lab Bapak saya dijanjikan hari Senin, kok istri saya masih menunggu hasil lab. Ternyata, yang ditunggu hasil lab anak saya, terkena diare akut dan dehidrasi, dan disarankan untuk opname.

Sejak hari kamis Bapak menjalani test di bagian penyakit dalam karena didiagnosa mengalami pembengkakan hati, dan setiap hari istri saya menemani Bapak test di lab. Sabtu pagi, saya minta anak saya diajak ke Sarjito biar setelah selesai bisa mengantar Bapak pulang ke klaten. Jam setengah sepuluh, pemeriksaan bapak selesai, dan hasilnya akan diberitahu Senin. Dari Sarjito, istri saya mengajak Bapak dan Ibu untuk makan di SGPC Klebengan, dan sampai di rumah klaten jam 11-an.

Saya tidak tahu apa yang terjadi di rumah klaten sampai saya telpon istri dan tahu anak saya di opname. Sabtu malam saya coba merekonstruksi yang terjadi, kira2 seperti ini:

“Sepanjang perjalanan dari Jogja ke klaten anak saya tertidur pulas, setelah sampai di klaten dia terbangun, muntah-muntah dan buang air besar, kondisi badan lemas dan mengalami dehidrasi. Istru saya panik, langsung membawa anak saya ke ugd RS Sarjito agar segera mendapat pertolongan, tanpa sempat memberitahu saya. Sekitar jam 1 mereka sampai di ugd, dan segera mendapat pertolongan, untungnya begitu sampai  ugd anak saya langsung mau minum padahal sewaktu di rumah tidak mau. Setelah minum obat dan kondisi anak saya pulih, meskipun hasil test darah tidak menunjukkan sesuatu yang fatal, istri saya memutuskan untuk opname semalam untuk observasi  sambil menunggu ketemu dengan dokter anak. Dan Alhamdulillah minggu pagi anak saya diperkenankan pulang, setelah berkonsultasi dengan dokternya.”

Sepanjang sabtu-minggu, saya mengira-ira apa yang menyebabkan anak saya terkena diare, hipotesa pertama mungkin anak saya kondisinya kurang fit dan terinfeksi ketika sedang bermain-main di rumah sakit. Hipotesa yang kedua mungkin disebabkan oleh makanan yang dikonsumsi oleh anak saya.

Sampai minggu pagi, kemungkinan yang pertama lebih kuat dan membuat istri saya feeling guilty. Untungnya minggu sore, istri saya bercerita tentang makanan yang dikonsumsi anak saya, dan kecurigaan beralih kepada lauk makan pagi anak saya, ikan tongkol yang dimasak sehari sebelumnya. 

Dan menurut saya, kemungkinan makanan penyebabnya lebih reasonable. Seandainya itu betul, kami malah beruntung anak saya ikut ke rumah sakit dan mengantar Bapak ke klaten sehingga segera mendapat pertolongan.

Lesson learn yag bisa kami ambil dari pengalaman kemarin, kami jadi lebih aware dengan makanan yang dikonsumsi anak. Dan setelah saya buka2 lagi, diare merupakan salah satu penyakit yang banyak menyerang di pergantian musim, sampai saat ini belum ada imunisasi yang mencegahnya.

“Nasib buruk? Nasib baik? Siapa Tahu?”


Ada cerita dari Tiongkok tentang seorang petani tua, yang punya seekor kuda tua untuk mengerjakan ladangnya. Pada suatu hari kuda itu lari, menghilang di pegunungan, dan ketika semua tetangga petani itu menyatakan perasaan kasih sayangnya terhadap orangtua yang bernasib
malang itu, si petani menjawab, “Nasib buruk? Nasib baik? Siapa Tahu?”
 

Seminggu kemudian kuda kembali membawa kawanan kuda liar dari pegunungan dan kali ini para tetangga mengucapkan selamat kepada petani karena nasib untungnya. Jawabannya ialah, “Nasib baik? Nasib buruk? Siapa tahu?” Kemudian, ketika anak si petani mencoba menjinakkan salah satu dari kuda liar itu, ia terjatuh dari punggung kuda dan patah kakinya. Semua orang merasa kali ini sungguh nasaib malang. Tetapi tidak demikian si petani. Tanggapanya hanya “Nasib buruk? Nasib baik? Siapa Tahu?” 

Beberapa mingu sesudah itu tentara masuk desa, dan mendaftar semua orang muda sehat badan, yang ditemukan di
sana. Ketika mereka melihat anak si petani yang patah kaki itu, dilepaskan. Apakah itu nasib baik? Nasib buruk? Siapa tahu?

Sumber: Sejenak Bijak, oleh Antonio de Mello

BAHAGIA

“Aku butuh sekali bantuanmu.Aku jadi gila ini.Kami ini hidup dalam satu kamar, isteriku, anak-anakku, mertuaku.Syaraf kami tegang, satu sama lain teriak bertengkar.Kamar itu neraka.“ 

”Engkau berjanji melakukan yang kukatakan?“ tanya Sang Guru berwibawa. ”Aku sumpah, semua akan kulakukan!“ 

”Baik sekali. Engkau masih punya binatang juga?“ ”Lembu, kambing dan enam ekor ayam.“ 

”Semua itu kau masukkan kamar bersamamu. Lalu sesudah satu minggu kembali.“ Murid keheran-heranan.Tetapi ia sudah berjanji mau taat!Maka binatang dibawa masuk.Sesudah satu minggu ia kembali, kasihan mengeluh“”Syarafku hancur. Kotor! Bau! Gaduh! Kami semua hampir gila!” 

”Sekarang kembali, ” kata Guru, ”dan binatang dikeluarkan.“ Orang tadi lari sepanjang jalan.Hari berikutnya ia kembali, mata berbinar gembira.

”Nyaman hidup ini! Binatang sudah keluar. Rumah menjadi firdaus, begitu tenang, bersih dan luas!“

Sumber: Sejenak Bijak, oleh Antonio De Mello

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.